Total Tayangan Halaman

Jumat, 27 Juli 2012

makalah reproduksi


MAKALAH REPRODUKSI
“KONDOM,DIAFRAGMA VAGINA,
DAN PEMBILASAN PASCA SENGGAMA”




Disusun Oleh:
1.     Linda Tri Jayanti
2.     M.Khotib
3.     Siti Nur Wahyuni
4.     Thony Setyawan

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
“INSAN CENDEKIA MEDIKA”
JOMBANG
2011

               KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji syukur kami panjatkan kehadirat  Allah SWT, karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah kuliah ini.
Makalah ini disusun untuk mempelajari dan mengetahui tentang Kondom,Diafragma vagina dan Pembilasan pasca senggama Pada Sistem Reproduksi.
Selama menyelesaikan tugas ini kami telah mendapatkan banyak referensi dari berbagai media maupun dari buku-buku yang sudah kami pelajari. untuk mengetahui tentang hal ini.
Kami menyadari bahwa Makalah ini belum sempurna, tetapi kami berharap, ini dapat memberikan pengetahuan  yang berarti dan dapat menambah wawasan bagi kita semua..



                                                                                                                     Jombang, 25 Mei 2011


                                                                                                   Penyusun










BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kondom merupakan selubung/ sarung karet yang daapt terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks ( karet), plastic ( vinil ) atau bahan alami ( produksi hewani ) yang dipasang pada penis saat hubungan seksual.
Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi masih rendah, salah satu faktornya adalah citra negatif yang melekat pada kondom. Seringkali penguna kondom diasosiasikan sebagai hal yang negatif. Padahal sebagai alat kontrasepsi kondom memiliki tiga keunggulan dengan tingkat efektivitas tinggi.
B.     Tujuan
Kita bisa mengetahui tentang penggunaan alat KB yang baik dan kemudian kita bisa menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkannya.











BAB 2
PEMBAHASAN
KONDOM
A. Pengertian Alat Kontrasepsi
Kontrasepsi dapat diartikan sebagai menghindarkan konsepsi atau kehamilan. Sedangkan alat kotrasepsi, adalah segala macam alat atau cara yang digunakan satu pihak atau kedua belah pihak pasangan suami istri untuk menghindarkan konsepsi.
Dahulu kata pada abad sebelum masehi, Hipocrates pernah menganjurkan wanita-wanita yang terlambat haid dan kebanyakan anak untuk bekerja lebih keras atau olahraga labih berat lagi agar supaya mereka mendapat haid lagi.
Ada yang mengatakan bahwa abortus atau pengguguran kandungan mungkin merupakan alat kontrasepsi tertua didunia ini, tetapi abortus ini oleh pandangan Agama apapun tidak dibenarkan dan anngap berdosa bagi mereka yang melakukan tindakan pengguguran ini, bahkan undang – undang dibeberapa Negara pun menanggap bahwa perbuatan ini adalah illegal dan bagi pelakunya dekenakan sanksi hukum.
B. Metode Kontrasepsi
1. Metode Amenora Laktasi
2. Keluarga Berencana Alamiah
    • · Metode Ovulasi Billings
    • · System kalender
    • · Metode suhu asal
3. Senggama terputus
4. Metode Barier
  • · Kondom
  • · Diafragma
  • · Spermisida
5. Kontrasepsi Kombinasi ( Hormon Estrogen dan Progesteron )
  • · Pil Kombinasi
  • · Suntikan Kombinasi
6. Kontrasepsi Progesteron
  • · Suntikan progestin
  • · Pil progestin ( mini Pil)
  • · Implant
  • · AKDR dengan progestin
7. Alat kontrasepsi dalam rahim
8. Kontrasepsi mantap
  • · Tubektomi
  • · Vasektomi
  • · Rekanalisasi
Untuk itu dalam makalah ini akan membahas lebih dalam mengenai sejarah kondom, penggunaan dan kemanan kondom serta jenis – jenis kondom yang dipergunakan oleh masyarakat.
C. Pengertian Kondom
Kondom merupakan selubung/ sarung karet yang daapt terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks ( karet), plastic ( vinil ) atau bahan alami ( produksi hewani ) yang dipasang pada penis saat hubungan seksual.
Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis berbentuk silinder, dengan muara berpinggiran tebal yang bila di gulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti putting susu. Standar kondom dilihat dari ketebalan pada umunya standar ketebalan adalah 0.02 mm.

Tipe kondom terdiri dari :
1.      Kondom biasa
2.      Kondom berkontur (bergerigi)
3.      Kondom beraroma
4.      Kondom tidak beraroma
D. Cara Kerja Kondom
Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah kedalam saluran reproduksi perempuan.
Kebanyakan orang yang terinfeksi IMS tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi. Karena itu penggunaan kondom saat ini lebih dimaksudkan untuk mengurangi risiko IMS termasuk HIV/AIDS.Kondom dapat mencegah penularan mikro organisme (IMS termasuk HBV dan HIV/ AIDS ) dari pasangan kepada pasangan yang lain ( khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil ).
E. `Cara Penggunaan Kondom
  • Gunakan kondom setiap akan melakukan hubungan seksual
  • Agar efektif kontrasepsinya sebaiknya tambahkan spermasida kedalam kondom.
  • Jangan menggunakan gigi atau benda tajam pada saat membuka kemasan.
  • Pasang kondom pada saat penis sedang ereksi,
  • Tempelkan ujungnya pada glans penis dan tempatkan bagian penampung sperma pada ujung uretra.
  • Lepaskan gulungan karetnya dengan menggeser gulungan tersebut kearah pangkal penis.
  • Kondom dilepas sebelum penis melembek
  • Pegang bagian pangkal kondom sebelum mencabut penis sehingga kondom tidak terlepas saat penis dicabut dan lepaskan kondom diluar vagina agar tidak terjadi tumpahan cairan sperma disekitar vagina.
  • Gunakan kondom hanya untuk satu kali pakai.
  • Buang kondom pada tempat yang aman.
Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi masih rendah, salah satu faktornya adalah citra negatif yang melekat pada kondom. Seringkali penguna kondom diasosiasikan sebagai hal yang negatif. Padahal sebagai alat kontrasepsi kondom memiliki tiga keunggulan dengan tingkat efektivitas tinggi.
Selain pencegahan infeksi menular seksual (IMS), kondom juga bisa dipakai sebagai alat kontrasepsi pencegah kehamilan serta meningkatkan efektivitas metode kontrasepsi lainnya. Seperti diketahui, semua metode KB, bahkan sterilisasi, memiliki tingkat kegagalan. Karena itu dengan memakai kondom efektivitasnya bisa mendekati 100 persen.
F. Keterbatasan
1.         Efektifitas tidak terlalu tinggi
2.         Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi
3.         Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
4.         Pada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi
5.                                 Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual
6.         Beberapa klien malu untuk membeli kondom ditempat umum pembuangan kondom bekas mungkin menimbulkan masalah dalam hal limbah.











DIAFRAGMA VAGINA
A.Pengertian
Diafragma adalah kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutupi serviks.
Diafragma dan spermisida
Diafragma dan spermisida
B. Jenis
     Jenis diafragma antara lain:
  1. Flat spring (flat metal band).
  2. Coil spring (coiled wire).
  3. Arching spring (kombinasi metal spring).
1. Flat spring (Diafragma pegas datar)
       Jenis ini cocok untuk vagina normal dan disarankan untuk pemakaian pertama kali.  Memiliki pegas jam yang kuat dan mudah dipasang.
2. Coil spring (Diafragma pegas kumparan)
       Jenis ini cocok untuk wanita yang vaginanya kencang dan peka terhadap tekanan. Jenis ini memiliki pegas kumparan spiral dan jauh lebih lunak dari pegas datar.
3. Arching spring
        Jenis ini bermanfaat pada dinding vagina yang tampak kendur atau panjang dan posisi serviks menyebabkan pemasangan sulit. Tipe ini merupakan kombinasi dari flat spring dan coil spring, dan menimbulkan tekanan kuat pada dinding vagina.
C. Cara Kerja
             Alat kontrasepsi metode barier yang berupa diafragma ini mempunyai cara kerja  sebagai berikut:
1.      Mencegah masuknya sperma melalui kanalis servikalis ke uterus dan saluran telur (tuba falopi).
2.      Sebagai alat untuk menempatkan spermisida.
D.Cara penggunaan :
1.                   Gunakan diafragma setiap kali melakukan hubungan seksual
2.                   Pertama kosongkan kandung kemih dan cuci tangan
3.                   Pastikan diafragma tidak berlubang (tes dengan mengisi diafragma dengan air,atau melihat menembus cahaya)
4.                   Oleskan sedikit spermisida krim atau jelly pada kap diafragma (untuk memudahkan pemasangan tambahkan krim atau jelly,remas bersamaan dengan pinggirannya)
5.                   Posisi saat pemasangan diafragma :
·         Satu kaki di angkat ke atas kursi atau dudukan toilet
·         Sambil berbaring
·         Sambil jongkok
·         Lebarkan kedua bibir vagina
·         Masukkan diafragma ke dalam vagina jauh ke belakang,dorong bagian depan pinggiran ke atas di balik tulang pubis
·         Masukkan jari ke dalam vagina sampai menyentuh serviks,sarungkan karetnya dan pastikan serviks telah terlindungi
·         Diafragma dipasang di vagina sampai 6jam sebelum hubungan seksual. Jika hubungan seksual berlangsung di atas 6 jam setelah pemasangan,tambahkan spermisida ke dalam vagina. Diafragma berada di dalam vagina paling tidak 6jam setelah terlaksananya hubungan seksual. Jangan tinggalkan diafragma di dalam vagina lebih dari 24 jam sebelum di angkat (tidak di anjurkan mencuci vagina setiap waktu, pencucian vagina bisa dilakukan ditunda 6 jam sesudah hubungan seksual)
·         Mangangkat dan mencabut diafragma dengan menggunakan jari telunjuk dan tengah.
·         Cuci dengan sabun dan air,keringkan sebelum disimpan kembali di tempatnya.  
E. Manfaat
              Alat kontrasepsi diafragma memberikan dua manfaat secara kontrasepsi dan non kontrasepsi.
Manfaat kontrasepsi                                   
1.      Efektif bila digunakan dengan benar.
2.      Tidak mengganggu produksi ASI.
3.      Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah dipersiapkan sebelumnya.
4.      Tidak mengganggu kesehatan klien.
5.      Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
1.      Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
2.      Dapat menampung darah menstruasi, bila digunakan saat haid.
F.Keterbatasan
               Meskipun alat kontrasepsi diafragma ini mempunyai manfaat secara kontrasepsi  maupun non kontrasepsi, tetapi alat ini juga mempunyai keterbatasan. Adapun keterbatasan diafragma, antara lain:
1.      Efektifitas tidak terlalu tinggi (angka kegagalan 6-16 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama, bila digunakan dengan spermisida).
2.      Keberhasilan kontrasepsi ini tergantung pada cara penggunaan yang benar.
3.      Memerlukan motivasi dari pengguna agar selalu berkesinambungan dalam penggunaan alat kontrasepsi ini.
4.      Pemeriksaan pelvik diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan.
5.      Dapat menyebabkan infeksi saluran uretra.
6.      Harus masih terpasang selama 6 jam pasca senggama.
G.Penilaian Klien
 Sebelum alat kontrasepsi diafragma digunakan oleh klien, sebaiknya petugas kesehatan mengkaji klien terlebih dahulu. Sehingga alat kontrasepsi ini sesuai atau tidak digunakan oleh wanita tersebut.
Sesuai untuk klien yang:
Tidak sesuai untuk klien yang:
Tidak mau atau tidak boleh menggunakan metode kontrasepsi hormonal (perokok, wanita di atas 35 tahun)
Mempunyai umur dan paritas serta masalah kesehatan yang menyebabkan kehamilan resiko tinggi
Tidak menyukai metode yang diberikan oleh petugas kesehatan (AKDR)
Terinfeksi saluran uretra
Menyusui dan memerlukan kontrasepsi pendukung
Tidak suka menyentuh alat kelaminnya (vulva dan vagina)
Jarang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya
Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan
Ingin melindungi dari penyakit menular seksual
Memerlukan metode sederhana sebelum memilih metode lain

H.Penanganan Efek Samping
       Di bawah ini merupakan penanganan efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi diafragma.
Efek Samping Atau Masalah
Pemberian antibiotik, sarankan mengosongkan kandung kemih pasca senggama atau gunakan metode kontrasepsi lain.
Berikan spermisida bila ada gejala iritasi vagina pasca senggama dan tidak mengidap PMS atau bantu memilih metode lain
Rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih/rektum
Nilai kesesuaian ukuran forniks dan diafragma. Bila terlalu besar, coba ukuran yang lebih kecil. Follow up masalah yang telah ditangani
Timbul cairan vagina dan berbau
Periksa adanya PMS atau benda asing dalam vagina. Sarankan lepas segera diafragma pasca senggama. Apabila kemungkinan ada PMS, lakukan pemrosesan alat sesuai dengan pencegahan infeksi
Luka dinding vagina akibat tekanan pegas diafragma
Hentikan penggunaan diafragma untuk sementara dan gunakan metode lain. Bila sudah sembuh, periksa kesesuaian ukuran forniks dan diafragma
I.Hal-hal yang perlu di perhatikan
Jika ada kemungkinan terjadi sindrom syok keracunan, rujuk segera pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Apabila terjadi panas lebih dari 38 derajat Celcius maka berikan rehidrasi per oral dan analgesik.







PEMBILASAN PASCA SENGGAMA
Pembilasan pasca senggama dilakukan oleh perempuan dengan cara membilas vagina dengan air biasa dengan atau tanpa larutan obat (cuka atau obat lainnya) segera setelah berhubungan seks. Maksudnya untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina. Penambahan cuka disini ialah untuk memperoleh efek spermisida serta menjaga asiditas vagina. Secara alami perempuan juga bisa mencegah kehamilan dengan cara memperpanjang masa menyusui.















DAFTAR PUSTAKA
Plannedparenthood.org/health-topics/birth-control/diaphragm-4244.htm diunduh 2 Maret 2010, 07:45 PM.
Ridha, W. 2008. Metode Barier Intravaginal. one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/ilmu-kesehatan/metode-barier-intravaginal diunduh 2 Maret 2010, 07:48 PM.
Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 21- MK 24).
Stacey, D. 2008. Diaphragm.. contraception.about.com/od/prescriptionoptions/a/Diaphragm.htm diunduh 2 Maret 2010, 10:18 PM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar