Total Tayangan Halaman

Jumat, 27 Juli 2012

herpes simplek


                                                                                

ASUHAN KEPERAWATAN

HERPES  SIMPLEK


   
Disusun oleh:
1.Febria Khoiyanti
2.Arga Arianto
3.Evita

DIII Keperawatan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2008/2009






I.DEFINISI

Herpes simplek atau varisela mempunyai sinonim cacar air atau chikenpok yaitu :
     
* Suatu penyakit  yang disebabkan oleh virus varisela – zoster(v-z virus) yang sangat menular   bersifat akut yang umumnya mengenai anak,yang ditandai dengan demam 
mendadak,malaise, dan erupsi kulit berupa makulapapular untuk beberapa jam     kemudian  berubah menjadi vesikel selama 3-4 hari dan dapat meninggalkan keropeng
(Thomson,1986)

*Infeksi akut primer oleh virus variesela – zoster yang menyerang kulit dan mukosa yang secara klinis terdapat gejala konstitusi,kelainan kulit polimorfi terutama pada bagian sentral tubuh.(Djuanda,1993)

*Suatu penyakit yang disebabkan oleh virus varisella(cacar air) terjadi karena reaktivasi dari virus tersebut.

*Virus akut yang ditandai oleh vesikel pada kulit (Kamus Dorlan,1998)
                               
 

2.ETIOLOGI

Penyebab dari herpes simplek (varisella) adalah  virus varisella-zozter.Penamaan virus ini memberi pengertian bahwa infeksi primer virus ini menyebabkan timbulnya penyakit varisella, sedangkan reaktivasi (keadaan kambuh setelah sembuh dari varisella ) menyababkan  herpes zoster.



3.TANDA DAN GEJALA

*Demam
*Malase
*Nyeri kepala
*Timbulnya erupsi kulit berupa papula eritematosa yang dalam waktu beberapa jam     berubah menjadi vesikel setelah itu menjadi pustul dan kemudian menjadi krusta.
*Gatal-gatal











4.PATOFISIOLOGI

Infeksi varisella dimulai dengan masuknya virus ke mukosa saluran pernafasan,yang ditularkan melalui sekresi pernafasan atau melalui kontak langsung.Inokolasi diikuti dengan masa inkubasi,dimana pada saat tersebut virus menyebar dan berkembang dijaringan kelenjar regional.Masa inkubasi varisella berkisar antara 11-20 hari,masa ini bisa lebih pendek atau lebih panjang.Gejala klinis mulai demam yang tidak terlalu tinggi, malase dan nyeri kepala serta infeksi virus varisella mengakibatkan herpes simplek. Infeksi primer terjadi pada darah yang mengakibatkan viremia ini terjadi antara 4-6 hari setelah infeksi kemudian rash muncul setelah 14 hari infeksi serta pada kulit menimbulkan erupsi kulit berupa makula kemudian menjadi papula yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel.Bentuk vesikel khas berupa tetesan embun(tear drops).Vesikel berubah menjadi pustula kemudian berubah menjadi krusta.Virus juga menginfeksi dan berkembang biak di organ seperti hati dan limpa yang mengakibatkan pembesaran kelenjar getah bening(lymphadenopathy regional) dan disertai rasa gatal-gatal..


























7.KOMPLIKASI
 Komplikasi tersering secara umum :

a)      Pnemonia
b)      Kelainan ginjal
c)      Ensefalitis
d)     Meningitis  

Komplikasi yang langka :

a)      Radang sum-sum tulang
b)      Kegagalan Hati
c)      Hepatitis

Komplikasi yang biasa terjadi pada anak-anak hanya berupa infeksi varisella pada kulit sedangkan pada orang dewasa kemungkinan terjadi komplikasi berupa paru-paru/ pnemonia



8.PENGOBATAN

        *Pengobatan simptomatik
-          Menghilangkan rasa gatal
-          Menurunkan panas

     *Menjaga kebersihan
-          Terutama daerah kuku yang sering digunakan untuk menggaruk
-           Kebersihan pada pakaian

             *Pengobatan anti virus

-          Pada saat ini acyclovir telah terbukti bermanfaat untuk mengobati varisella. Obat ini dapat digunakan secara oral maupun secara intravena, pada kasus ini  degan komplikasi berat atau dengan bantuan sistem kekebalan, acyclovir ini dianjurkan untuk diberikan intravena, sedangkan pada pemberian oral  dapat digunakan pada anak tanpa komplikasi.


9.PENCEGAHAN

1)      Isolasi
2)      Pemberian VZIG (Varisella – Zoster  immune globulin)
3)      Pemberian vaksinasi



                                 ASUHAN KEPERAWATAN HERPES SIMPLEK


I.Pengkajian
 
 1.Identitas

    Umur : Dewasa lebih sering terkena herpes simplek dibandingkan anak – anak.
     Jenis kelamin : pria = wanita
     Musim / iklim : Tidak tergantung muslim

 2.Keluhan Utama
    Pasien merasakan nyeri kepala , malase,demam yang tidak terlalu tinggi.

  3.Riwayat Penyakit Sekarang
     Pasien menderita gatal- gatal karena timbul bintik – bintik merah yang   
     Berkembang

  4.Riwayat penyakit Dahulu
     Pada pasien dengan imunitas lemah dan menderita malignitas seperti leukimia  dan  limfoma

   5.Riwayat penyakit keluarga
      Penyakit ini merupakan bukan penyakit keturunan

    6.Riwayat Psikologis
       Pasien merasa minder (menarik diri) karena adanya erupsi kulit dalam dirinya.

     7.Riwayat Psikososial
 Pasien menutup diri dengan lingkungan sekitar karena  penyakit yang     didalamnya.

8.Pola aktifitas
   Adanya perubahan pola aktifitas pada nutrisi , istirahat(tidur),personal hygiene.





II. PEMERIKSAAN FISIK

1)      Pemeriksaan fisik umum
a)      Keadan umum : pasien tampak melemah
Kesadaran: komposmentis

b)      TTV
TD: Normal
S   : meningkat
N   : normal
RR : normal

2)      Pemeriksaan fisik khusus
 
a)      Inspeksi
Kelainan kulit
Lesi: papula,vesikula,pustula, dan krusta
Isi lesi : jernih keruh dapat bercampur darah
Lokasi : bisa disemua tempat, paling sering unilateral pada servikal IV dan lumbal II
                   
b)      Palpasi
Kulit: Adanya benjolan dan bintik –bintik
Limpa : Adanya benjolan



III. PEMERIKSAAN PENUNJANG

   
a)      Gangguan integritas kulit berhubungan dengan erupsi pada kulit
b)      Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampilan kulit tidak bagus
c)      Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gatal – gatal
d)     Resti terjadi infeksi



















V.INTERVENSI KEPERAWATAN

a)Gangguan integritas kulit berhubungan dengan erupsi pada kulit
   tujuan : mencapai penyembuhan tepat waktu dan adanya regenerasi jaringan.
   Intervensi
1.      Pertahankan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka
 R/  mengetahui keadaan integritas kulit
2.      Berikan perawatan pada kulit
 R/  menghindari gangguan integritas kulit

b)Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kulit tidak bagus
           tujuan : pasien dapat menerima keadaan tubuhnya
                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar